Chatbot AI untuk Toko WooCommerce
Sebelum menekan tombol beli, hampir semua pembeli tersangkut pada hal yang sama: ongkirnya berapa, sampainya kapan, ukuran ini pas atau tidak. Kalau tidak ada yang menjawab dalam puluhan detik itu, keranjang ditutup. Satu potong kode membuat toko menjawab sendiri dari keterangan produk yang sudah Anda tulis.
Coba gratis di toko Anda sendiri
Masukkan alamat toko WooCommerce Anda dan lihat cara asisten menjawab pembeli
Lihat hasilnya
Untuk toko dengan banyak produk yang setiap hari menjawab ulang soal ongkir dan waktu pengiriman
Pertanyaan produk berubah menjadi pesanan
Pembeli bertanya apakah warna ini masih ada, lalu menunggu. Jawabannya datang beberapa jam kemudian, saat ia sudah membeli di tempat lain. Asisten mengambil jawaban langsung dari halaman produk dan halaman ketentuan, sebelum keraguan itu tumbuh.
Hafal seluruh daftar produk
Dua ratus atau dua ribu item sama saja, asisten membaca nama produk, kategori, dan uraiannya. Pembeli menjelaskan dengan bahasanya sendiri pun tetap ketemu barang yang dimaksud.
Soal ongkir, waktu kirim, dan cara bayar biar asisten yang jelaskan
Keterangan itu sudah ada di halaman cara pesan dan halaman pengiriman, tetapi pembeli tidak beranjak dari halaman produk untuk membacanya. Asisten menyampaikan isi yang sama lewat percakapan, jadi pemeriksaan sebelum pesan selesai di tempat.
Pesan yang harus dijawab manual turun jelas
Mengetik jawaban yang sama dua puluh kali sehari memakan waktu untuk mencari barang baru, memotret, dan menulis keterangan. Setelah bagian rutin itu diambil asisten, yang sampai ke tangan orang hanya perkara yang perlu ditimbang.
Menyatu dengan tema apa pun
Jendela obrolan mengapung di atas halaman, tidak menggeser tata letak dan tidak mengganggu daftar produk maupun keranjang. Warna dan posisinya diatur dari dasbor, sehingga terlihat seperti bagian asli toko.
Masih ada yang ingin ditanyakan? Coba asisten AI di sini
Tanyakan apa pun, asisten sedang berjalan di halaman ini
Untuk toko WooCommerce
Satu potong kode berjalan di semua halaman produk, apa pun temanya.
Terpasang di bawah lima menit
Tempel kode di situs WordPress Anda, tanpa mengubah tema dan tanpa pengaturan tambahan.
Bahasa Indonesia dan 35 bahasa
Pembeli menulis dalam bahasa apa, asisten menjawab dalam bahasa itu, berganti bahasa di tengah percakapan pun terikuti.
Tengah malam pun tetap jualan
Jam paling ramai untuk melihat-lihat produk justru larut malam, dan jawabannya sama seperti siang hari.
Sanggup menjawab ukuran dan stok
Ukuran, bahan, dan tipe yang cocok: apa yang tertulis di halaman produk dikutip apa adanya.
Unggah PDF sebagai bahan
Tabel ukuran, panduan pemakaian, dan daftar harga grosir cukup diunggah lalu bisa dipakai menjawab.
Tidak menebak untuk Anda
Hanya menjawab sebatas isi toko dan berkas yang Anda unggah.
Memasang di WooCommerce kurang dari lima menit
Tidak ada pengaya yang perlu dipasang. Tempel satu potong kode dan asisten muncul di setiap halaman toko.
-
1
Buka akun
Buat akun Asyntai gratis, tahap ini belum ada biaya.
-
2
Masukkan alamat toko
AI membaca halaman produk, kategori, serta halaman tentang pengiriman, pengembalian, dan pembayaran sebagai dasar menjawab.
-
3
Salin kode dari dasbor
Sistem menerbitkan satu potong kode pendek, itulah asisten milik toko Anda.
-
4
Tempel di situs WordPress
Letakkan di tempat yang dimuat pada semua halaman, selesai. Gaya bicara, warna, dan permintaan tambahan bisa diubah kapan saja di dasbor.
Daftar gratis dan kode khusus toko Anda langsung terbit, cukup tempel sekali dan asisten mulai bekerja
Alasan pemilik toko WooCommerce memakai Asyntai
Mulai dengan 100 pesan gratis per bulan, ganti paket kalau pesanan bertambah
Keranjang yang ditinggalkan berkurang
Kegelisahan menjelang bayar umumnya soal ongkir dan tanggal terima. Begitu jawabannya ada di tempat, keranjang yang tadinya ditutup berubah jadi pesanan.
Anda istirahat, toko tetap melayani
Asisten tidak punya jam tutup, pembeli yang datang tengah malam atau hari libur menerima keterangan yang sama.
Bisa melayani pembeli luar negeri
Menjawab dalam bahasa penanya, jadi tanpa membuat versi berbahasa Inggris pun pesanan dari luar tetap masuk.
Pertanyaan yang sering muncul
Yang ditanyakan pemilik toko WooCommerce sebelum memasang
Yang berubah di toko WooCommerce setelah ada asisten AI
Belanja lewat ponsel terjadi setelah tengah malam
Grafik kunjungan toko online di Indonesia hampir selalu berbentuk sama: naik selepas jam kerja lalu memuncak menjelang tidur. Orang menelusuri produk di angkutan umum, di ruang tamu, dan di kasur. Pada jam-jam itu tidak ada siapa pun di sisi penjual, sehingga pertanyaan yang muncul menggantung sampai pagi.
Masalahnya niat membeli tidak menginap. Pagi hari suasananya sudah hilang atau barangnya sudah dibeli di toko lain. Karena itu asisten yang menjawab pukul satu dini hari bukan pelengkap, melainkan cara membuka toko justru pada jam ketika orang paling ingin membeli.
Ongkir antarpulau jadi penentu, bukan harga barang
Di negara kepulauan, ongkos kirim bukan angka kecil yang bisa diabaikan. Selisih tarif ke Jawa, ke Kalimantan, dan ke Indonesia timur bisa lebih besar daripada margin produknya. Pembeli tahu hal itu, jadi mereka menanyakan ongkir sebelum menanyakan apa pun tentang barangnya.
Kalau angka itu tidak segera muncul, orang menutup halaman untuk membandingkan di tempat lain. Asisten menyampaikan tarif dan perkiraan waktu tiba sebagaimana yang Anda tulis di halaman pengiriman, termasuk batas gratis ongkir dan catatan untuk daerah tertentu. Kejelasan itu sendiri sudah menjadi alasan untuk menyelesaikan pesanan.
Bayar di tempat menuntut kepastian sejak awal
Sebagian besar pembeli masih memilih bayar setelah barang tiba karena ingin melihat wujudnya dulu. Pilihan itu membawa deretan pertanyaan yang selalu berulang: boleh dibuka sebelum dibayar atau tidak, ada tambahan biaya penanganan berapa, apakah layanan ini tersedia untuk luar kota.
Pesanan yang ditolak di depan pintu memakan dua kali biaya kirim dan mengembalikan barang dalam keadaan tidak selalu utuh. Menjelaskan syaratnya saat pembeli masih berada di halaman produk memotong sebagian besar penolakan itu, sebab yang menyelesaikan pesanan adalah orang yang sudah paham konsekuensinya.
Pembeli terbiasa menyapa lewat aplikasi pesan lebih dulu
Kebiasaan berdagang di Indonesia tumbuh dari percakapan. Orang mengirim pesan, menanyakan ketersediaan, menawar sedikit, lalu memutuskan. Ketika kebiasaan itu dibawa ke situs toko sendiri, mereka tetap mencari tempat untuk bertanya sebelum menekan tombol bayar.
Bila situs tidak menyediakannya, percakapan berpindah ke akun media sosial toko dan menumpuk di sana tanpa terbaca tepat waktu. Menempatkan jendela obrolan di halaman produk berarti menerima kebiasaan lama pembeli, tetapi di tempat yang tombol bayarnya hanya berjarak satu klik.
Bersaing dengan lapak besar lewat kualitas keterangan
Produk yang sama bisa dijajakan sepuluh penjual di lapak-lapak besar dengan harga dan foto yang nyaris serupa. Toko sendiri menang di margin dan hubungan langsung dengan pembeli, tetapi kalah pada kecepatan menjawab karena tidak ada yang berjaga sepanjang waktu.
Setelah kecepatan itu bukan lagi kelemahan, perbandingannya kembali ke barang dan pelayanan. Asisten mengutip keterangan yang Anda sendiri tulis, jadi ukuran, tarif kirim, dan syarat pengembalian selalu cocok dan tidak ada jawaban mengambang yang berujung janji dicek nanti. Pembeli yang mendapat kepastian punya satu alasan lebih sedikit untuk pergi.
Biarkan toko menjawab pembelinya sendiri
Gratis 100 pesan per bulan. Soal ongkir, waktu kirim, stok, dan pengembalian serahkan kepada asisten.